Alat dan Bahan
Alat : Blender, timbangan, kompor, panci
Bahan : Cabe merah kering, Cabe rawit kering, Bawang Putih, Tepung Meizena, Gula Pasir, Garam, MSG, Asam Benzoat, Asam Asetat, dan Air
Cara Pembuatan
Timbang 75 gram Cabe Merah kering dan 30 gram Cabe Rawit kering. Cuci dengan air bersih dan selanjutnya pisahkan dari bijinya. Cabe dan Biji selanjutnya diblender secara terpisah (selanjutnya disebut Adonan 1).
Ambil 285 gram (atau 285 ml) air atau aquades. Panaskan sampai mendidih bersama dengan Adonan 1. Tiriskan dan biarkan dingin sampai suhu 50 oC. Tambahkan gula pasir 220 gram, Bawang Putih (yang diblender) 12 gram, MSG 3 gram, garam 53 gram, dan Pengawet (3 gram asam asetat dan 1 gram asam benzoat). Campurkan sampai merata (homogen). Selanjutnya disebut Adonan 2.
Ambil 285 gram (atau 285 ml) air atau aquades dan 33 gram Tepung Meizena. Campur sampai homogen. Tambahkan Adonan 2 dan masak sampai suhu 92 oC sambil di aduk sampai rata. Tiriskan dan masukkan dalam kemasan (botol). Selanjutnya lakukan langkah pasteurisasi.
Analisis Produk
Alat : Blender, timbangan, kompor, panci
Bahan : Cabe merah kering, Cabe rawit kering, Bawang Putih, Tepung Meizena, Gula Pasir, Garam, MSG, Asam Benzoat, Asam Asetat, dan Air
Cara Pembuatan
Timbang 75 gram Cabe Merah kering dan 30 gram Cabe Rawit kering. Cuci dengan air bersih dan selanjutnya pisahkan dari bijinya. Cabe dan Biji selanjutnya diblender secara terpisah (selanjutnya disebut Adonan 1).
Ambil 285 gram (atau 285 ml) air atau aquades. Panaskan sampai mendidih bersama dengan Adonan 1. Tiriskan dan biarkan dingin sampai suhu 50 oC. Tambahkan gula pasir 220 gram, Bawang Putih (yang diblender) 12 gram, MSG 3 gram, garam 53 gram, dan Pengawet (3 gram asam asetat dan 1 gram asam benzoat). Campurkan sampai merata (homogen). Selanjutnya disebut Adonan 2.
| Chili Sauce (source: wildchicken.com) |
Analisis Produk
1. Analisis proksimat (meliputi kadar abu, kadar air, protein, lemak, dan karbohidrat)
2. Analisis organoleptik
3. Analisis pH
4. Analisis jumlah padatan terlarut
5. Analisis Bahan tambahan makanan
Cara uji pewarna makanan sesuai SNI 01-2895-1992, Cara uji pewarna tambahan makanan.
Cara uji bahan pengawet sesuai SNI 01-2894-1992, Cara uji bahan pengawet makanan dan bahan tambahan yang dilarang untuk makanan.
Cara uji pemanis buatan sesuai SNI 01-2893-1992, Cara uji pemanis buatan.
6. Analisis cemaran logam, cara uji cemaran logam sesuai SNI 19-2896-1998, Cara uji cemaran logam dalam makanan.
7. Analisis cemaran arsen, cara uji cemaran arsen sesuai SNI 19-4866-1998, Cara uji cemaran arsen dalam makanan.
8. Analisis cemaran mikroba, cara uji cemaran mikroba sesuai SNI 19-2897-1992, Cara uji cemaran mikroba.
9. Analisis warna (Lofibond)
Cara uji pewarna makanan sesuai SNI 01-2895-1992, Cara uji pewarna tambahan makanan.
Cara uji bahan pengawet sesuai SNI 01-2894-1992, Cara uji bahan pengawet makanan dan bahan tambahan yang dilarang untuk makanan.
Cara uji pemanis buatan sesuai SNI 01-2893-1992, Cara uji pemanis buatan.
6. Analisis cemaran logam, cara uji cemaran logam sesuai SNI 19-2896-1998, Cara uji cemaran logam dalam makanan.
7. Analisis cemaran arsen, cara uji cemaran arsen sesuai SNI 19-4866-1998, Cara uji cemaran arsen dalam makanan.
8. Analisis cemaran mikroba, cara uji cemaran mikroba sesuai SNI 19-2897-1992, Cara uji cemaran mikroba.
9. Analisis warna (Lofibond)
No comments:
Post a Comment