Beberapa tahun terakhir, telah diciptakan intelligent packaging atau biasa disebut dengan ”kemasan pintar” untuk menginformasikan umur simpan dari produk pangan. Kemasan pintar ini didefinisikan sebagai sistem pengemasan yang mampu memberikan fungsi intelligent yaitu pendeteksi, perekeam, komunikasi, dan perasa) untuk memfasilitasi konsumen dalam membuat suatu keputusan untuk memperpanjang umur simpan, meningkatkan kualitas, meningkatkan keamanan pangan, memberikan informasi, dan memberitahukan akan masalah yang mungkin terjadi.
Sistem dari kemasan pintar ada beberapa macam, yaitu:
1. Sebagai indikator/ tanda:
· Karbondioksida: memberikan informasi konsentrasi karbondioksida dalam Modified Atmosphere Packaging
· Waktu dan temperatur: indikator sederhana berbentuk tanda untuk menunjukkan sejarah waktu dan temperatur produk yang mudah mengalami kerusakan. Biasanya dalam bentuk enzimatik.
· Kesegaran: memberikan informasi kualitas produk yang berasal dari pertumbuhan mikroba atau perubahan kimia seperti asam-asam organik, ethanol, senyawa amina, CO2, dan H2S yang bersifat non-destruktif, cepat dan sesuai dengan kondisi riil produk.
2. Radio Frequency Identification Tags (RFID): teknologi data wireless yang menggunakan elektronik tag untuk menyimpan data dan identifikasi sesorang, hewan, atau obyek lain.
3. Sensor:
· Bio-sensor: alat untuk mendeteksi, merekam, dan menyampaikan informasi yang mengandung reaksi biologi. Bioreceptor yang digunakan biasanya enzim, mikroba, dan hormon. Sinyal bioreceptor ini akan diubah sebagai respon elektrikal
· Gas sensor: teknik non-invasive untuk analisis gas melalui material yang tembus cahaya. Seperti indikator fluorescent yang dienkapsulasi pada polimer matriks
Sebagai contoh yang telah menggunakan kemasan pintar adalah produk berbasis karbohidrat thai dessert. Jurnal penelitian yang dilakukan oleh Nopwinyuwong, et al melaporkan bahwa produk thai dessert ini dikemas dengan kemasan pintar yang terdiri dari matriks selulosa, indikator pH, dan plastik nylon. Kemasan pintar pada produk ini untuk mendeteksi adanya kerusakan akibat aktivitas mikroba yang menghasilkan senyawa-senyawa seperti CO2, asam-asam organik yang menyebabkan pH produk menjadi turun.
Sistem kemasan intelligent telah dikembangkan untuk produk tradisional fermentasi sayuran di Korea (Kimchi). Kemasan tersebut dapat memberikan tanda perubahan warna untuk memonitor kualitas produk kimchi selama penyimpanan dan distribusi. Kemasan tersebut terdiri dari tray polipropilena dengan penutup plastik nylon sedangkan film indikator warna terdiri dari Ca(OH)2 sebagai absorbent CO2, indikator warna bromocresol purple (BP) atau methyl red (MR) yang nantinya digabungkan pada penutup kemasan. Perubahan warna yang terjadi selama penyimpanan dikorelasikan dengan pH produk dan nilai titrable acidity.
| Contoh Intelligent Packaging (source: gtiindustries.com) |
1. Sebagai indikator/ tanda:
· Karbondioksida: memberikan informasi konsentrasi karbondioksida dalam Modified Atmosphere Packaging
· Waktu dan temperatur: indikator sederhana berbentuk tanda untuk menunjukkan sejarah waktu dan temperatur produk yang mudah mengalami kerusakan. Biasanya dalam bentuk enzimatik.
· Kesegaran: memberikan informasi kualitas produk yang berasal dari pertumbuhan mikroba atau perubahan kimia seperti asam-asam organik, ethanol, senyawa amina, CO2, dan H2S yang bersifat non-destruktif, cepat dan sesuai dengan kondisi riil produk.
2. Radio Frequency Identification Tags (RFID): teknologi data wireless yang menggunakan elektronik tag untuk menyimpan data dan identifikasi sesorang, hewan, atau obyek lain.
3. Sensor:
· Bio-sensor: alat untuk mendeteksi, merekam, dan menyampaikan informasi yang mengandung reaksi biologi. Bioreceptor yang digunakan biasanya enzim, mikroba, dan hormon. Sinyal bioreceptor ini akan diubah sebagai respon elektrikal
· Gas sensor: teknik non-invasive untuk analisis gas melalui material yang tembus cahaya. Seperti indikator fluorescent yang dienkapsulasi pada polimer matriks
Sebagai contoh yang telah menggunakan kemasan pintar adalah produk berbasis karbohidrat thai dessert. Jurnal penelitian yang dilakukan oleh Nopwinyuwong, et al melaporkan bahwa produk thai dessert ini dikemas dengan kemasan pintar yang terdiri dari matriks selulosa, indikator pH, dan plastik nylon. Kemasan pintar pada produk ini untuk mendeteksi adanya kerusakan akibat aktivitas mikroba yang menghasilkan senyawa-senyawa seperti CO2, asam-asam organik yang menyebabkan pH produk menjadi turun.
Sistem kemasan intelligent telah dikembangkan untuk produk tradisional fermentasi sayuran di Korea (Kimchi). Kemasan tersebut dapat memberikan tanda perubahan warna untuk memonitor kualitas produk kimchi selama penyimpanan dan distribusi. Kemasan tersebut terdiri dari tray polipropilena dengan penutup plastik nylon sedangkan film indikator warna terdiri dari Ca(OH)2 sebagai absorbent CO2, indikator warna bromocresol purple (BP) atau methyl red (MR) yang nantinya digabungkan pada penutup kemasan. Perubahan warna yang terjadi selama penyimpanan dikorelasikan dengan pH produk dan nilai titrable acidity.
Mekanisme perubahan warna ini adalah disebabkan karena kombinasi fungsi dari Ca(OH)2 dan indikator warna. Pada pH ≤ 5,2 BP berwarna kuning dan berubah menjadi ungu pada pH 6,2. kombinasinya dengan Ca(OH)2 akan menjadi bentuk basa dan berwarna ungu. Selama fermentasi, CO2 yang diproduksi terserap ke indikator yang tergabung dalam kemasan dan secara kimia bereaksi dengan Ca(OH)2 membentuk air dalam film matriks indikator. Hal ini menyebabkan reaksi netralisasi pada campuran basa dan menyebabkan pH berubah sehingga warna indikator berubah.
No comments:
Post a Comment